Wisata Alam De Djawatan Banyuwangi: Serasa di Film Fantasi

Wisata Alam De Djawatan Banyuwangi, Serasa di Film Fantasi
Sumber: Review Google 

Sekilas Tentang Keajaiban De Djawatan

Banyuwangi, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa yang dikenal akan keanekaragaman alamnya, kembali menyuguhkan destinasi menawan melalui De Djawatan. Terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, tempat ini menyimpan pesona hutan tropis yang lebat dengan ratusan pohon trembesi berukuran raksasa. Kawasan ini dulunya merupakan lahan pengelolaan kayu milik Perhutani, namun kini menjadi surga wisata alam Banyuwangi yang memesona.

Dengan suasana yang memunculkan imajinasi tentang dunia fantasi layaknya film-film epik, De Djawatan menyajikan pengalaman unik yang tidak ditemukan di tempat lain. Suasana rindang, udara sejuk, dan cahaya matahari yang menyelinap di antara dedaunan menghadirkan atmosfer magis yang membedakannya dari wisata alam lain di Jawa Timur.


Sejarah dan Transformasi De Djawatan

Dari Lahan Perhutani Menuju Destinasi Wisata

De Djawatan dulunya tidak lebih dari kawasan hutan produksi milik Perhutani. Seiring meningkatnya ketertarikan terhadap wisata alam dan tren eksplorasi ekowisata, kawasan ini mulai mendapat perhatian. Pengelolaan kawasan pun berubah arah, dari yang awalnya fokus pada kegiatan produksi kayu, menjadi pusat rekreasi berbasis alam.

Upaya transformasi ini tetap mempertahankan struktur ekologis dan orisinalitas dari hutan trembesi. Tidak ada penggundulan atau pembangunan yang merusak ekosistem. Justru, pemerintah daerah bersama pihak Perhutani bekerja sama untuk menata kawasan dengan pendekatan konservatif, sekaligus edukatif.

Beberapa pohon trembesi yang tumbuh di De Djawatan diperkirakan berusia lebih dari satu abad. Diameter batangnya bisa mencapai lebih dari dua meter, dan akarnya mencuat ke permukaan, menciptakan lanskap yang dramatis sekaligus fotogenik.


Daya Tarik dan Spot Favorit di De Djawatan

Keindahan Alam yang Unik dan Instagramable

Pesona utama De Djawatan adalah hutan trembesi yang menghadirkan nuansa mistis. Pepohonan tinggi yang dipenuhi lumut menciptakan suasana layaknya hutan purba. Saat cahaya pagi atau sore menembus celah-celah daun, terbentuklah sinar alami yang sangat ideal untuk foto berestetika tinggi.

Spot yang paling disukai pengunjung antara lain:

  • Jembatan Kayu dan Lorong Trembesi: jalur setapak yang mengular di tengah hutan menciptakan latar belakang alami yang kuat untuk foto outdoor.
  • Rumah Pohon dan Spot Foto Tematik: tersedia beberapa ornamen buatan seperti rumah pohon, sepeda gantung, dan kursi kayu klasik yang ditata sedemikian rupa.
  • Area Terbuka untuk Piknik: pengunjung bisa bersantai, membaca buku, atau sekadar menikmati waktu bersama keluarga di bawah rindangnya pepohonan.

  • Tips Foto Estetik di Alam Terbuka: Datanglah sekitar pukul 07.00 pagi atau setelah pukul 15.00 untuk mendapatkan pencahayaan lembut (soft light) yang sempurna untuk kamera atau ponsel.

Hutan trembesi raksasa De Djawatan Banyuwangi
Sumber: Review Google 

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan

Lebih dari Sekadar Berjalan-Jalan

Kawasan ini menawarkan banyak hal bagi berbagai kalangan, mulai dari penggemar alam, keluarga, hingga fotografer dan content creator.

Beberapa aktivitas yang direkomendasikan:

  • Prewedding dan Konten Sosial Media: Hutan trembesi yang dramatis menciptakan latar belakang visual yang sangat kuat untuk konten bertema alam atau romantis.
  • Piknik Ringan: Bawa tikar dan bekal, lalu nikmati makan siang di tengah udara sejuk dan suara dedaunan.
  • Edukasi Alam untuk Anak-Anak: Orang tua bisa mengenalkan flora dan pentingnya menjaga lingkungan kepada anak sejak dini.
  • Trekking Ringan: Jalur hutan yang datar dan aman memungkinkan eksplorasi ringan untuk semua usia.

De Djawatan juga sering dijadikan lokasi syuting video klip, vlog perjalanan, hingga sesi konten bertema "Wisata Alam Hits di Jawa Timur."


Tips Berkunjung ke De Djawatan

Rencanakan dengan Bijak agar Lebih Menyenangkan

Agar pengalamanmu di De Djawatan semakin berkesan, beberapa tips ini layak untuk diperhatikan:

  • Datang saat pagi atau sore hari: Hindari tengah hari karena suhu lebih panas dan pencahayaan kurang bersahabat.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman: Meskipun jalurnya landai, beberapa bagian bisa licin atau berlumpur usai hujan.
  • Bawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh: Jangan sampai kehilangan momen indah karena kehabisan daya.
  • Persiapkan makanan ringan dan air: Belum banyak fasilitas kuliner di dalam kawasan, meskipun ada beberapa warung di dekat pintu masuk
  • Jaga kebersihan dan ketertiban: Sebagai kawasan konservasi, penting untuk membawa kantong sampah sendiri.


Mengapa De Djawatan Wajib Masuk Daftar Kunjungan

De Djawatan bukan hanya tentang pohon besar dan lanskap hijau. Lebih dari itu, tempat ini adalah ruang refleksi dan pelarian dari hiruk-pikuk kota. Kombinasi suasana alami, nilai edukasi, dan daya tarik visual membuat De Djawatan pantas disebut sebagai salah satu wisata Banyuwangi terbaik.

Jadi jika Anda mencari destinasi alam yang menyegarkan namun tetap memiliki estetika tinggi, De Djawatan layak menjadi prioritas dalam itinerary perjalanan Anda di Banyuwangi.


Magang Mahasiswa di Malang


FAQ seputar De Djawatan Banyuwangi

1. Apakah De Djawatan cocok untuk anak-anak?

Ya, sangat cocok. Banyak area datar dan teduh yang aman untuk bermain, sekaligus edukatif.


2. Apakah ada tiket masuk?

Ada. Harga tiket cukup terjangkau, biasanya di bawah Rp10.000 per orang (dapat berubah tergantung kebijakan).


3. Apakah De Djawatan buka setiap hari?

Ya, kawasan ini biasanya buka setiap hari dari pagi hingga sore, kecuali ada penutupan untuk perawatan area.


4. Bisa bawa hewan peliharaan?

Sebaiknya tidak, mengingat De Djawatan adalah kawasan konservasi dan perlu dijaga kealamiannya.


5. Apakah tersedia tempat parkir?

Tersedia lahan parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *