Jangan Sampai Nyesel! 5 Kesalahan Fatal Team Bonding yang Malah Bikin Karyawan Pengen Resign
Pernah nggak sih, lo
ngerasa udah semangat banget nyiapin acara team bonding kantor, sewa
vila mahal, pesen katering enak, tapi pas hari-H suasananya malah garing?
Peserta bukannya makin
akrab, eh malah pada sibuk main HP sendiri atau mukanya kelihatan kecapekan
banget. Jujur aja, nggak ada yang lebih nyesek daripada udah keluar budget
gede dan waktu berharga, tapi hasilnya nol besar. Malah mungkin bikin hubungan
antar tim makin renggang.
Bayangin kalau lo
terus-terusan bikin acara yang cuma "gugur kewajiban". Lo bakal
kehilangan momen emas buat beneran kenal sama tim lo, dan yang paling parah, lo
bakal dicap sebagai HR atau bos yang "nggak asik" dan nggak ngertiin
kebutuhan anak buah.
Sebelum lo telanjur bikin
acara yang cuma jadi bahan omongan negatif di belakang, mending lo baca dulu
beberapa kesalahan umum ini biar lo nggak perlu nyesel di kemudian hari.
1. Tujuan Kegiatan yang
"Abu-Abu" alias Nggak Jelas
Banyak perusahaan yang
bikin team bonding cuma karena "udah waktunya". Akhirnya,
acara dibuat tanpa tujuan yang spesifik. Apakah tujuannya buat nyelesein
konflik internal? Buat ngerayain target yang tercapai? Atau murni buat refreshing?
Kalau tujuannya nggak
jelas, pemilihan aktivitasnya pasti bakal ngaco. Ujung-ujungnya, peserta cuma
ngerasa kayak dipaksa ikut acara kumpul-kumpul yang nggak ada manfaatnya buat
kerjaan mereka sehari-hari.
![]() |
| Ilustrasi briefing team bonding outdoor dengan ekspresi peserta beragam. |
2. Rundown Terlalu
Padat, Peserta Berasa Ikut Wajib Militer
Ini nih kesalahan yang
paling sering gue temuin. Panitia pengennya semua kegiatan masuk dalam waktu
dua hari satu malam. Dari jam 6 pagi sampe jam 12 malem kegiatannya full!
- Lupa Waktu Istirahat:
Peserta itu manusia, bukan robot. Kalau jadwalnya terlalu padat, mereka
bakal kelelahan fisik.
- Kehilangan Momen Spontan:
Padahal, bonding yang paling efektif itu seringnya terjadi pas
momen santai, kayak pas lagi ngopi sore atau sekadar ngobrol di pinggir
api unggun. Kalau jadwalnya kayak kereta api, nggak ada ruang buat obrolan
hati ke hati.
3. Pilih Aktivitas yang
Nggak Sesuai Kondisi Fisik Peserta
Gue paham, lo mungkin
pengen acara yang seru kayak trekking ke hutan atau outbound
ekstrem. Tapi, coba cek lagi profil peserta lo. Apakah semuanya anak muda yang
hobi olahraga?
Jangan sampai ada peserta
yang merasa "terasingkan" atau malah cedera karena dipaksa ikut
kegiatan fisik yang melampaui batas kemampuan mereka. Ingat, tujuan utamanya
itu inklusivitas. Kalau ada satu orang aja yang nggak bisa ikut gara-gara
faktor fisik, berarti acara bonding lo gagal menyatukan tim.
4. Mengabaikan Logistik
dan Keamanan Dasar
Mau acaranya sekeren apa
pun, kalau nasi kotaknya basi atau vilanya nggak ada air bersih, orang bakal
inget buruknya doang. Faktor logistik itu krusial banget, bro!
- Keamanan Lokasi:
Pastikan lokasi yang dipilih aman, apalagi kalau acaranya di alam terbuka.
Cek prakiraan cuaca dan pastiin ada akses medis terdekat.
- Kesiapan Perlengkapan:
Jangan sampai peserta bingung harus bawa apa karena lo nggak kasih list
perlengkapan yang jelas dari jauh-jauh hari.
![]() |
| Ilustrasi registrasi team building dengan peserta antre dan tampak lelah. |
5. Cuma Fokus ke
Formalitas, Lupa Koneksi Emosional
Kadang acara team
bonding terlalu banyak diisi dengan pidato panjang lebar dari atasan atau
presentasi target perusahaan. Duh, itu mah namanya rapat pindah tempat, bukan bonding!
Bonding
yang sukses itu harusnya bikin orang ngerasa nyaman buat jadi diri sendiri.
Kalau suasananya terlalu kaku dan formal, karyawan bakal tetep pakai
"topeng profesional" mereka. Hasilnya? Nggak ada kedekatan emosional
yang terbangun.
Apakah Tim Lo Udah
Benar-Benar Menyatu?
Pada akhirnya, team
bonding bukan soal seberapa mahal vila yang lo sewa atau seberapa keren merchandise
yang lo bagiin. Ini soal menciptakan ruang aman di mana setiap anggota tim
merasa dihargai dan didengarkan.
Jangan sampai lo terjebak
dalam siklus bikin acara yang cuma membuang-buang sumber daya tanpa ada dampak
nyata.
Mumpung masih ada waktu
buat ngerencanain acara selanjutnya, coba deh lo dengerin masukan dari tim lo.
Tanya mereka maunya apa, apa yang bikin mereka nyaman, dan apa yang mereka
butuhin buat ngerasa lebih dekat satu sama lain.
Jangan sampai pas mereka
udah pada mutusin buat cari tempat kerja lain, lo baru sadar kalau acara bonding
lo selama ini nggak pernah menyentuh hati mereka.
FAQ
- Gimana cara nentuin tujuan team
bonding yang bener?
Coba identifikasi masalah utama di tim lo. Kalau lagi
banyak gesekan, fokus ke resolusi konflik. Kalau tim lagi jenuh, fokus ke healing
dan apresiasi.
- Apa harus selalu ada kegiatan fisik di
outbound?
Nggak wajib. Kegiatan diskusi santai, main board
game, atau masak bareng juga bisa jadi cara bonding yang efektif
tanpa harus menguras fisik.
- Berapa lama durasi ideal buat team
bonding?
Tergantung tujuan. Tapi buat perusahaan, 2 hari 1 malam
biasanya sudah cukup intens asal rundown-nya nggak terlalu dipaksakan.
- Siapa yang harusnya ngerancang acara
ini?
Idealnya ada kolaborasi antara HR dan perwakilan dari
tiap divisi supaya kegiatannya bisa mewakili karakter semua peserta.
- Gimana kalau budget terbatas?
Team bonding
nggak harus mahal. Makan siang bareng di luar kantor atau sesi berbagi cerita
di sore hari juga bisa jadi bonding asalkan dilakukan dengan tulus.
- 3 Kesalahan Fatal Saat Adventure di Alam Bebas – adventureranddiscoverer.com
- 6 Tips Camping Aman – hellosehat.com
- Hal yang Dihindari Saat Camping – idntimes.com
- Kesalahan Saat Bonding – antaranews.com
- Pentingnya Team Building untuk Meningkatkan Kerja Sama Tim – bisnis.tempo.co
Sumber Gambar: Ilustrasi oleh Canva
.png)



