Jatim Park 2, Resep 120 Menit Penawar Penat Kantor
Vendor Outbound- Duduk di
depan monitor selama delapan jam sehari bukan cuma bikin mata kering, tapi juga
membuat otak kehilangan kemampuan fokusnya. Di dunia psikologi, ini disebut
kelelahan perhatian terarah.
Kabar
baiknya, "obat" untuk kondisi ini hanya berjarak beberapa jam
berkendara menuju Kota Batu, tepatnya di Eco Green Park dan Jatim Park 2.
Kenapa Harus Melihat Satwa dan Pohon?
Bukan
sekadar jalan-jalan, mengunjungi taman satwa punya landasan ilmiah yang kuat.
Berdasarkan studi yang dimuat dalam jurnal Scientific Reports, manusia
butuh minimal 120 menit atau 2 jam dalam seminggu bersentuhan dengan alam untuk
menjaga kewarasan mentalnya.
Di Jatim
Park 2, durasi ini tanpa sadar akan terlampaui saat Anda menyusuri Batu
Secret Zoo.
Ada yang
namanya Attention Restoration Theory (ART). Alam memberikan stimulus
yang lembut seperti gerakan Flamingo atau suara angin di antara pepohonan yang
membiarkan sistem kognitif kita beristirahat.
Ini adalah
kunci utama bagi Anda yang sedang merencanakan Healing Kantor di Batu Malang.
Ironisnya, banyak kantor menghabiskan anggaran besar untuk pelatihan, tapi lupa
bahwa otak lelah butuh alam, bukan slide tambahan.
Melihat
makhluk hidup dan ruang terbuka hijau terbukti menurunkan hormon kortisol alias
hormon stres yang biasanya melonjak saat melihat tumpukan revisi.
Mengatur Alur Agar Tidak "Zonk"
Masalah
utama dari tempat populer adalah keramaiannya. Alih-alih segar, Anda malah bisa
pulang dengan kaki pegal dan hati dongkol karena antrean.
Untuk
rombongan kantor, pengaturan waktu adalah harga mati. Hindari datang tepat di
jam 11 siang saat matahari sedang galak-galaknya dan pengunjung reguler mulai
membeludak.
Sangat
disarankan memulai kunjungan sejak gerbang dibuka pukul 08.30 atau 09.00 WIB.
Mulailah dari Eco Green Park yang lebih teduh dan edukatif, baru kemudian
bergeser ke Jatim Park 2.
Durasi
ideal kunjungan total adalah sekitar 4 hingga 5 jam. Jika dipaksakan lebih dari
itu, efek "pesona lembut" dari alam akan tertutup oleh rasa lelah
fisik yang luar biasa.
Realitas di Lapangan: Antara Edukasi dan Lelah
Jujur saja,
berjalan kaki mengelilingi area seluas puluhan hektar ini membutuhkan stamina.
Kelemahannya jelas: bagi karyawan yang jarang olahraga, ini bisa terasa seperti
latihan militer terselubung.
Pastikan
panitia menyewa e-bike jika ada anggota tim yang sudah berumur atau
memiliki keterbatasan fisik agar mereka tidak tertinggal dari rombongan.
"Melihat
satwa itu memicu Biophilia, kecenderungan genetik manusia untuk merasa aman
saat terhubung dengan alam," ungkap seorang konsultan HR yang sering
menggunakan konsep taman wisata untuk gathering.
Namun, ia
juga mengingatkan bahwa keberhasilan bonding di sini sangat tergantung pada
kenyamanan logistik, seperti kemudahan akses air minum dan titik kumpul yang
teduh.
Memilih
kombinasi wisata edukasi dan hiburan ini adalah pilihan cerdas untuk
menyeimbangkan tekanan kerja. Saat karyawan melihat bagaimana ekosistem bekerja
di Eco Green Park, atau mengagumi keanekaragaman satwa di Jatim Park 2, otak
mereka sedang melakukan rebooting secara alami.
Pulang dari sini, harapannya bukan cuma memori penuh foto estetik, tapi juga mental yang siap kembali bertarung di meja kerja.
![]() |
| Menikmati udara segar untuk Healing Kantor di Batu Malang. |
FAQ
1. Eco
Active Park dan Eco Green Park apakah sama? Ya, Eco Active Park adalah nama baru
dari Eco
Green Park yang berada di bawah naungan Jawa Timur Park (JTP)
Group.
2. Eco
Green Park Jatim Park 2 ada apa saja?
Di dalamnya terdapat berbagai wahana edukasi seperti World of Parrot, Recycle
Coast, Eco Journey, hingga laboratorium simulasi bencana alam.
Tempat ini juga menonjolkan koleksi burung langka dari berbagai belahan dunia
dan pengolahan limbah yang edukatif.
3. Eco
Green Park itu apa sebenarnya?
Eco Green Park adalah taman wisata edukasi yang mengusung tema ramah
lingkungan. Tempat ini dirancang untuk memberikan pengetahuan tentang
pelestarian alam, pemanfaatan barang bekas, hingga pengenalan satwa dengan cara
yang menyenangkan dan interaktif.
4. Siapa
pemilik Eco Green Park?
Eco Green Park merupakan bagian dari Jatim Park Group (JTP Group), sebuah
perusahaan pengembang destinasi wisata besar di Jawa Timur yang didirikan oleh
keluarga Paul Sastro Sendjojo.
5.
Berapa total waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling kedua tempat? Untuk menikmati keduanya secara
maksimal tanpa terburu-buru, Anda membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 6 jam.
Sangat disarankan untuk memulai dari pagi hari agar bisa beristirahat saat jam
makan siang di area food court yang tersedia di dalam lokasi.
Informasi dan Daftar Sumber ▼
- https://pijarpsikologi.org/blog/
- https://health.detik.com/
Sumber Gambar: Ilustrasi oleh Canva
.png)


