Review Cafe dan Tempat Nongkrong di Batu dengan View Pegunungan sebagai Penutup Gathering

Suasana tenang di Cafe & Nongkrong Batu dengan view gunung.
Ringkasan Artikel: Nongkrong di kafe pegunungan Batu jadi penutup gathering yang pas karena memadukan kopi, udara dingin, dan panorama gunung yang menenangkan. Dengan memilih lokasi yang aksesnya ramah rombongan dan suasananya nyaman, momen santai ini justru jadi ruang terbaik untuk mempererat kebersamaan tim.
Vendor Outbound- Buat uka, sebuah acara gathering kantor atau reuni sekolah tanpa sesi nongkrong santai di akhir acara itu ibarat makan bakso tanpa sambal. Ya gitu deh.

Setelah seharian lelah dengan agenda team building yang menguras keringat, menutup hari dengan memegang cangkir kopi sambil menatap siluet Gunung Panderman atau Arjuno adalah obat paling mujarab.

Kota Batu kini bukan lagi sekadar destinasi petik apel. Kota ini telah bertransformasi menjadi kiblat kultur Cafe & Nongkrong Batu yang menyajikan estetika tingkat tinggi. Uka perhatikan, tren berpindah dari sekadar mencari rasa kopi ke arah pencarian "suasana".

Namun, jangan sampai sampeyan salah pilih tempat yang hanya mbois (keren) di foto, tapi zonk saat didatangi secara langsung.

 

Estetika Industrial dan Panorama Gunung Arjuno

Jika tim sampeyan didominasi oleh Gen Z atau pekerja kreatif yang hobi memburu sudut foto simetris, kawasan Bumiaji adalah titik awal yang pas. Di sana, berjejer tempat nongkrong yang mengusung konsep minimalis namun tetap hangat.

Concrete Batu, misalnya, menonjolkan tekstur semen ekspos yang kaku namun menjadi manis saat bersanding dengan kerlip lampu kota dari ketinggian rooftop-nya.

Ada juga Blyss Cafe yang letaknya agak masuk ke dalam, memberikan ketenangan yang lebih privat. Di sini, Gunung Arjuno terlihat begitu gagah tanpa terhalang bangunan beton lainnya.

Namun, uka harus jujur, tantangan di kafe-kafe area atas ini adalah akses jalannya yang terkadang sempit untuk bus besar. Jadi, pastikan kendaraan rombongan sampeyan sanggup nanjak dan punya sopir yang sudah hafal jalur "ular" di Batu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di area ini:

  • Waktu Terbaik: Datanglah sekitar jam 4 sore. Sampeyan bisa dapat dua momen sekaligus kayak sunset yang magis dan transisi ke lampu kota yang romantis.
  • Kapasitas: Kafe industrial biasanya memiliki banyak area outdoor, tapi kalau rombongan sampeyan lebih dari 50 orang, wajib reservasi dulu agar tidak berantakan.
  • Menu: Harga camilan di sini masih masuk akal untuk kantong pekerja, mulai dari belasan ribu rupiah saja.

Jasa Outbound Batu Malang

Suasana Malam Romantis: Pelarian dari Penat Ibukota

Berbeda lagi kalau sampeyan mencari suasana yang lebih "meleleh" untuk mempererat solidaritas tim. Kawasan sekitar Jalan Semeru atau lereng Gunung Banyak menawarkan cafe dengan konsep taman atau sky lounge.

Pupuk Bawang, yang sudah melegenda, memberikan pemandangan sawah yang sekilas mirip suasana Ubud namun dengan suhu udara yang jauh lebih dingin.

Untuk pengalaman yang lebih eksklusif, Fifteen Celcius yang berada di lantai 4 hotel bisa menjadi opsi. Ini adalah definisi nongkrong di atas awan yang sebenarnya. Kerlip lampu Kota Malang terlihat seperti hamparan permata dari sini.

Tapi uka ingatkan lagi, udara malam di Batu itu dinginnya luar biasa. Jangan sombong cuma pakai kaos pendek kalau tidak mau acara gathering berakhir dengan sesi kerokan massal karena masuk angin.

Berikut adalah daya tarik utama spot malam di Batu:

  • Latar Belakang Gunung: Bukit Delight bahkan menawarkan pemandangan tiga gunung sekaligus (Panderman, Banyak, Arjuno) dalam satu sudut pandang.
  • Variasi Menu: Dari pizza Italia tipis hingga nasi goreng nusantara, pilihannya sangat beragam menyesuaikan selera rombongan besar.
  • Live Music: Beberapa tempat menyediakan alunan jazz atau akustik ringan yang membuat obrolan jadi lebih dalam dan berkualitas.

 

Memilih Tempat Nongkrong Antara Fakta dan Ekspektasi

Uka tidak mau hanya bicara manis soal indahnya pemandangan. Ada realita yang harus dipahami oleh para penyelenggara gathering. Banyak tempat Cafe & Nongkrong Batu yang sangat hits di media sosial justru memiliki pelayanan yang melambat saat rombongan besar datang bersamaan.

Masalah klasik seperti pesanan kopi yang keluar satu jam kemudian adalah hal yang sering uka temui.

Selain itu, parkir seringkali menjadi drama tersendiri. Jika sampeyan membawa rombongan kantor, uka sarankan untuk memilih tempat yang memiliki akses parkir luas dan sistem pelayanan yang sudah teruji menangani group booking.

Terus, Batu sedang menjadi "pusat kemacetan" baru di Jawa Timur saat akhir pekan. Jalur menuju kafe-kafe hits di Punten atau Bumiaji bisa sangat sangat sangat padat. Jangan sampai niatnya mau rileks, malah emosi karena urusan parkir dan pesanan yang tertukar.



Investasi Kedekatan Lewat Secangkir Kopi

Mungkin ada yang bertanya, untuk apa sih repot-rego cari tempat nongkrong setelah acara utama selesai? Bagi uka, justru di meja kafe inilah komunikasi yang sebenarnya terjadi.

Saat semua orang sudah lepas dari seragam olahraga atau atribut gathering, saat itulah mereka bicara sebagai manusia. Pekerja kantoran butuh momen seperti ini untuk mencairkan suasana yang kaku selama di kantor.

Memilih lokasi penutup yang tepat adalah kunci agar kesan gathering membekas lama di ingatan. Batu dengan segala dingin dan kopinya sudah menyediakan panggung yang sempurna.

Sampeyan hanya perlu memastikan tempat yang dipilih benar-benar nyaman untuk semua kalangan, mulai dari atasan yang butuh ketenangan hingga anak magang yang butuh konten untuk media sosial mereka.

 

Kelompok pekerja kantor sedang nongkrong di Cafe Batu bergaya industrial.
Kelompok pekerja kantor sedang nongkrong di Cafe Batu bergaya industrial.

FAQ

  • Kota Batu terkenal dengan apa? Selain sebagai kota wisata nomor satu di Jawa Timur dengan Jatim Park-nya, Batu terkenal dengan komoditas apelnya dan deretan kafe pegunungan yang memiliki view kota (city light) terbaik.
  • Cafe hopping artinya apa? Ini adalah aktivitas mengunjungi beberapa kafe dalam satu hari untuk menikmati perbedaan tema, rasa kopi, dan suasana di masing-masing tempat. Di Batu, ini sangat mungkin dilakukan karena jarak antar kafe hits cukup berdekatan.
  • Apa perbedaan coffee shop dan cafe? Secara umum, coffee shop lebih fokus pada menu kopi dan teknik penyeduhannya, sementara cafe biasanya menawarkan menu makanan berat yang lebih lengkap di samping pilihan minuman.
  • Tempat nongkrong di puncak selain Warpat? Jika sampeyan terbiasa dengan suasana Puncak Jawa Barat, di Batu sampeyan bisa mencoba area Gunung Banyak atau daerah Payung yang menawarkan suasana serupa namun dengan pilihan kuliner lokal seperti jagung bakar dan STMJ yang lebih khas.
  • Berapa estimasi bujet nongkrong di Batu? Untuk kafe standar, Rp50.000 sudah sangat cukup untuk minum dan camilan. Namun untuk konsep sky lounge atau resto premium, siapkan bujet sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 per orang.

Uka rasa ulasan ini sudah cukup untuk modal sampeyan merayu bos agar anggaran nongkrong disetujui. Kota Batu tidak pernah ingkar janji soal pemandangan, tinggal sampeyan saja yang harus pintar mengelola waktu keberangkatan.

 

Sumber:

  •       https://radarmalang.jawapos.com/
  •     https://www.traveloka.com/

Penulis: Rachel Wijayani (cel)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *