Review Cafe dan Tempat Nongkrong di Batu dengan View Pegunungan sebagai Penutup Gathering
Setelah
seharian lelah dengan agenda team building yang menguras keringat,
menutup hari dengan memegang cangkir kopi sambil menatap siluet Gunung
Panderman atau Arjuno adalah obat paling mujarab.
Kota Batu
kini bukan lagi sekadar destinasi petik apel. Kota ini telah bertransformasi
menjadi kiblat kultur Cafe & Nongkrong Batu yang menyajikan estetika
tingkat tinggi. Uka perhatikan, tren berpindah dari sekadar mencari rasa kopi
ke arah pencarian "suasana".
Namun,
jangan sampai sampeyan salah pilih tempat yang hanya mbois (keren) di foto,
tapi zonk saat didatangi secara langsung.
Estetika Industrial dan
Panorama Gunung Arjuno
Jika tim
sampeyan didominasi oleh Gen Z atau pekerja kreatif yang hobi memburu sudut
foto simetris, kawasan Bumiaji adalah titik awal yang pas. Di sana, berjejer
tempat nongkrong yang mengusung konsep minimalis namun tetap hangat.
Concrete
Batu, misalnya, menonjolkan tekstur semen ekspos yang kaku namun menjadi manis
saat bersanding dengan kerlip lampu kota dari ketinggian rooftop-nya.
Ada juga
Blyss Cafe yang letaknya agak masuk ke dalam, memberikan ketenangan yang lebih
privat. Di sini, Gunung Arjuno terlihat begitu gagah tanpa terhalang bangunan
beton lainnya.
Namun, uka
harus jujur, tantangan di kafe-kafe area atas ini adalah akses jalannya yang
terkadang sempit untuk bus besar. Jadi, pastikan kendaraan rombongan sampeyan
sanggup nanjak dan punya sopir yang sudah hafal jalur "ular" di Batu.
Beberapa
hal yang perlu diperhatikan di area ini:
- Waktu Terbaik: Datanglah sekitar jam 4 sore.
Sampeyan bisa dapat dua momen sekaligus kayak sunset yang magis dan
transisi ke lampu kota yang romantis.
- Kapasitas: Kafe industrial biasanya
memiliki banyak area outdoor, tapi kalau rombongan sampeyan lebih
dari 50 orang, wajib reservasi dulu agar tidak berantakan.
- Menu: Harga camilan di sini masih
masuk akal untuk kantong pekerja, mulai dari belasan ribu rupiah saja.
Suasana Malam Romantis:
Pelarian dari Penat Ibukota
Berbeda
lagi kalau sampeyan mencari suasana yang lebih "meleleh" untuk
mempererat solidaritas tim. Kawasan sekitar Jalan Semeru atau lereng Gunung
Banyak menawarkan cafe dengan konsep taman atau sky lounge.
Pupuk
Bawang, yang sudah melegenda, memberikan pemandangan sawah yang sekilas mirip
suasana Ubud namun dengan suhu udara yang jauh lebih dingin.
Untuk
pengalaman yang lebih eksklusif, Fifteen Celcius yang berada di lantai 4 hotel
bisa menjadi opsi. Ini adalah definisi nongkrong di atas awan yang sebenarnya.
Kerlip lampu Kota Malang terlihat seperti hamparan permata dari sini.
Tapi uka
ingatkan lagi, udara malam di Batu itu dinginnya luar biasa. Jangan sombong
cuma pakai kaos pendek kalau tidak mau acara gathering berakhir dengan sesi
kerokan massal karena masuk angin.
Berikut
adalah daya tarik utama spot malam di Batu:
- Latar Belakang Gunung: Bukit Delight bahkan
menawarkan pemandangan tiga gunung sekaligus (Panderman, Banyak, Arjuno)
dalam satu sudut pandang.
- Variasi Menu: Dari pizza Italia tipis hingga
nasi goreng nusantara, pilihannya sangat beragam menyesuaikan selera
rombongan besar.
- Live Music: Beberapa tempat menyediakan
alunan jazz atau akustik ringan yang membuat obrolan jadi lebih dalam dan
berkualitas.
Memilih Tempat Nongkrong Antara
Fakta dan Ekspektasi
Uka tidak
mau hanya bicara manis soal indahnya pemandangan. Ada realita yang harus
dipahami oleh para penyelenggara gathering. Banyak tempat Cafe &
Nongkrong Batu yang sangat hits di media sosial justru memiliki pelayanan
yang melambat saat rombongan besar datang bersamaan.
Masalah
klasik seperti pesanan kopi yang keluar satu jam kemudian adalah hal yang
sering uka temui.
Selain itu,
parkir seringkali menjadi drama tersendiri. Jika sampeyan membawa rombongan
kantor, uka sarankan untuk memilih tempat yang memiliki akses parkir luas dan
sistem pelayanan yang sudah teruji menangani group booking.
Terus, Batu
sedang menjadi "pusat kemacetan" baru di Jawa Timur saat akhir pekan.
Jalur menuju kafe-kafe hits di Punten atau Bumiaji bisa sangat sangat sangat
padat. Jangan sampai niatnya mau rileks, malah emosi karena urusan parkir dan
pesanan yang tertukar.
Investasi Kedekatan Lewat
Secangkir Kopi
Mungkin ada
yang bertanya, untuk apa sih repot-rego cari tempat nongkrong setelah acara
utama selesai? Bagi uka, justru di meja kafe inilah komunikasi yang sebenarnya
terjadi.
Saat semua
orang sudah lepas dari seragam olahraga atau atribut gathering, saat itulah
mereka bicara sebagai manusia. Pekerja kantoran butuh momen seperti ini untuk
mencairkan suasana yang kaku selama di kantor.
Memilih
lokasi penutup yang tepat adalah kunci agar kesan gathering membekas lama di
ingatan. Batu dengan segala dingin dan kopinya sudah menyediakan panggung yang
sempurna.
Sampeyan
hanya perlu memastikan tempat yang dipilih benar-benar nyaman untuk semua
kalangan, mulai dari atasan yang butuh ketenangan hingga anak magang yang butuh
konten untuk media sosial mereka.
![]() |
| Kelompok pekerja kantor sedang nongkrong di Cafe Batu bergaya industrial. |
FAQ
- Kota Batu terkenal dengan apa? Selain sebagai kota wisata
nomor satu di Jawa Timur dengan Jatim Park-nya, Batu terkenal dengan
komoditas apelnya dan deretan kafe pegunungan yang memiliki view
kota (city light) terbaik.
- Cafe hopping artinya apa? Ini adalah aktivitas
mengunjungi beberapa kafe dalam satu hari untuk menikmati perbedaan tema,
rasa kopi, dan suasana di masing-masing tempat. Di Batu, ini sangat
mungkin dilakukan karena jarak antar kafe hits cukup berdekatan.
- Apa perbedaan coffee shop dan
cafe? Secara
umum, coffee shop lebih fokus pada menu kopi dan teknik
penyeduhannya, sementara cafe biasanya menawarkan menu makanan berat yang
lebih lengkap di samping pilihan minuman.
- Tempat nongkrong di puncak
selain Warpat?
Jika sampeyan terbiasa dengan suasana Puncak Jawa Barat, di Batu sampeyan
bisa mencoba area Gunung Banyak atau daerah Payung yang menawarkan suasana
serupa namun dengan pilihan kuliner lokal seperti jagung bakar dan STMJ
yang lebih khas.
- Berapa estimasi bujet nongkrong
di Batu? Untuk
kafe standar, Rp50.000 sudah sangat cukup untuk minum dan camilan. Namun
untuk konsep sky lounge atau resto premium, siapkan bujet sekitar
Rp100.000 hingga Rp150.000 per orang.
Uka rasa
ulasan ini sudah cukup untuk modal sampeyan merayu bos agar anggaran nongkrong
disetujui. Kota Batu tidak pernah ingkar janji soal pemandangan, tinggal
sampeyan saja yang harus pintar mengelola waktu keberangkatan.
Sumber:
- https://radarmalang.jawapos.com/
- https://www.traveloka.com/
Penulis: Rachel Wijayani (cel)
.png)


