Tips Menjalani Work From Nature di Batu Malang agar Tetap Produktif
Vendor Outbound- Banyak
orang mengira kalau kerja di alam itu cuma soal pindah meja sambil dengerin
suara burung. Padahal kalau nggak punya siasat yang oke, niat hati mau
produktif malah bisa berakhir jadi bengong atau malah cuma tidur di gazebo.
Apalagi
kalau lokasinya di daerah dingin, godaan buat narik selimut itu lebih besar
daripada keinginan buat buka email.
Siasat Teknis: Sinyal adalah Nyawa
Kalau
sampeyan mau nyoba work from nature di Batu Malang, hal pertama yang
harus dipastikan bukan soal pemandangannya bagus atau nggak, tapi sinyalnya
gimana.
Di Batu
Malang, banyak orang memilih kebun, area perbukitan, atau kafe berkonsep
outdoor sebagai titik kerja sementara.
Tapi, percuma
tempatnya estetik kalau buat upload dokumen saja butuh waktu satu jam.
Internet stabil itu syarat mati yang nggak bisa ditawar kalau nggak mau kena
semprot bos di kantor pusat.
Selain itu,
manajemen energi fisik dan baterai perangkat juga krusial. Bekerja di alam
berarti jauh dari colokan listrik yang melimpah. Membawa power bank
kapasitas monster atau mencari kafe yang memang menyediakan fasilitas
"meja kerja" adalah langkah cerdas.
Jangan
sampai pas lagi seru-serunya dapat inspirasi, laptop malah mati mendadak karena
kehabisan daya.
Menyelaraskan Ritme dan Ekspektasi Realistis
Bekerja di
alam itu punya ritme yang beda total sama di kantor. Di kantor kita ditekan
oleh tembok dan jam dinding, kalau di alam, kita sering terdistraksi oleh angin
sepoi-sepoi yang bikin mata kriyep-kriyep.
Makanya,
penting banget buat bikin kesepakatan target yang masuk akal. Jangan memaksakan
beban kerja yang sama persis dengan saat di kubikel.
Agar
produktivitas nggak jadi beban, coba pakai teknik time blocking. Bagi
waktu dalam blok-blok khusus, misalnya dua jam fokus kerja, lalu 15 menit buat
jalan santai alias tea walk kalau lagi di kebun teh.
Jeda
alamiah ini justru fungsinya buat menyegarkan otak, bukan buat males-malesan.
Dengan begitu, energi tetap stabil dari pagi sampai sore tanpa merasa diperas
habis-habisan.
Realitas Lapangan: Antara Fokus dan Distraksi
Jujur saja,
kerja di luar ruangan itu tantangannya berat. Ada gangguan suara orang lewat,
cuaca yang tiba-tiba berubah jadi mendung, sampai serangan serangga yang bikin
nggak nyaman.
Seorang
praktisi HR yang hobi workation bilang kalau kuncinya ada pada
kedisiplinan diri. Kalau niatnya kerja, ya fokus, bukan malah keasyikan
foto-foto buat konten medsos.
Analisis
kami menunjukkan bahwa lingkungan fisik sangat menentukan kondisi mental.
Dengan pencahayaan alami yang maksimal, mata nggak gampang capek.
Tapi ingat,
kalau matahari sudah terlalu terik, pindahlah ke tempat yang teduh agar suhu
badan tetap terjaga. Terhidrasi dengan cukup juga wajib hukumnya, jangan cuma
minum kopi terus sampai lupa air putih.
Menjalani WFN
itu sebenarnya seni memindahkan tanggung jawab ke ruang yang lebih luas. Kalau
sampeyan bisa jaga fokus dan tetap jujur sama deadline, cara ini bakal
jadi obat burnout yang paling ampuh.
Proyeksi ke
depan, gaya kerja kayak gini bakal makin lumrah, asal kita nggak manja sama
keadaan dan tetap tahu batasan antara waktu kerja dengan waktu menikmati alam.
Pertanyaannya, apakah Anda benar-benar ingin bekerja di alam, atau hanya ingin kabur sebentar dari rutinitas tanpa rencana?
![]() |
| Mengambil jeda istirahat sejenak untuk menjaga produktivitas kerja di luar ruangan. |
FAQ
1.
Bagaimana cara menciptakan lingkungan kerja yang produktif di alam? Pilih lokasi yang minim bising
namun memiliki fasilitas dasar seperti meja dan kursi yang nyaman. Pastikan
sirkulasi udara baik dan pencahayaan alami tidak langsung memantul ke layar
laptop. Tata peralatan kerja sesederhana mungkin agar tidak repot saat harus
berpindah tempat jika cuaca berubah.
2.
Bagaimana cara agar tetap produktif saat suasana santai? Gunakan teknik prioritas dengan
menentukan tiga tugas utama yang harus selesai hari itu. Tetapkan jam mulai dan
jam selesai yang disiplin. Beri tahu rekan kerja jam berapa Anda bisa dihubungi
secara intens agar mereka tidak merasa Anda sedang hilang kontak karena sedang
liburan.
3.
Bagaimana cara untuk meningkatkan produktivitas kerja tanpa rasa jenuh? Manfaatkan jeda istirahat untuk
benar-benar lepas dari layar. Cobalah berjalan kaki tanpa memegang ponsel
selama 5 sampai 10 menit di area hijau. Aktivitas ini membantu otak melakukan reset
sehingga saat kembali ke laptop, fokus Anda akan lebih tajam dibandingkan
terus-menerus bekerja tanpa henti.
4. Apa
yang harus dilakukan untuk mendapat tenaga kerja yang produktif dalam sistem
WFN? Perusahaan
perlu memberikan kepercayaan penuh sekaligus menetapkan indikator kinerja yang
jelas berbasis hasil (output). Selain itu, penyediaan subsidi untuk kebutuhan
internet atau biaya akses lokasi nature workplace bisa menjadi motivasi
tambahan bagi karyawan untuk tetap memberikan performa terbaiknya.
5. Apa
gangguan terbesar saat kerja di alam terbuka? Selain masalah teknis seperti sinyal, gangguan
terbesar biasanya adalah cuaca yang tidak menentu dan rasa nyaman berlebihan
yang memicu kantuk. Selalu siapkan rencana cadangan untuk pindah ke area indoor
jika hujan turun dan pastikan tetap aktif bergerak saat jeda agar metabolisme
tubuh tetap terjaga.
Sumber:
https://www.firstmedia.com/
https://go-work.com/
Penulis:
Rachel Wijayani (cel)
.png)


