3 Spot Kuliner Hangat Malang, Ronde dan Angsle Legendaris

Isian angsle berkuah santan yang gurih, andalan kuliner hangat malang yang memanjakan lidah
Udara malam Malang yang dingin paling pas diusir dengan semangkuk wedang tradisional. Menikmati kuliner hangat malang seperti wedang ronde dan angsle legendaris adalah ritual wajib setelah seharian berwisata agar tubuh kembali bugar.

Kalau kamu baru saja menyelesaikan agenda Wisata Indoor Batu Malang Saat Hujan, tubuhmu pasti butuh penyesuaian suhu. Udara malam di Malang Raya itu punya cara tersendiri untuk menembus pori-pori jaket tebalmu.

Rasanya menggigit tulang. Apalagi kalau kamu adalah peserta outbound dari luar kota yang tidak terbiasa dengan angin pegunungan. Saat tubuh mulai menggigil, jalan pintas terbaik bukanlah bersembunyi di balik selimut hotel.

Keluarlah sebentar ke jalanan kota. Malang punya "ramuan" penghangat badan yang sudah eksis bahkan sebelum mal-mal besar berdiri. Ramuan itu bernama wedang ronde dan angsle.

Berburu kuliner hangat malang di malam hari bukan sekadar urusan mengisi perut, tapi juga meresapi sejarah. Buat kamu yang sedang menyusun itinerary malam untuk keluarga atau tim kantormu, mari kita bedah warung mana saja yang pantas mendapat predikat jawara.

Apa perbedaan utama antara wedang ronde dan angsle?

Perbedaan utama terletak pada asal-usul dan kuahnya, di mana ronde berasal dari tradisi Tionghoa dengan kuah jahe pedas, sedangkan angsle adalah kuliner khas Jawa Timur berkuah santan manis.

Banyak wisatawan luar daerah yang masih bingung membedakan keduanya karena sering dijual di gerobak yang sama. Mari kita luruskan biar kamu tidak salah pesan.

  • Ronde: Menu ini sangat fokus pada sensasi jahe yang membakar tenggorokan. Isian utamanya adalah bola-bola tepung ketan kenyal yang berisi kacang tanah manis.
  • Angsle: Ini adalah comfort food asli Jawa Timur (khususnya Malang). Kuahnya menggunakan santan gurih manis. Isiannya sangat ramai, mulai dari kacang hijau, ketan putih, roti tawar, mutiara sagu, hingga petulo (sejenis putu mayang).

Di mana tempat kuliner hangat malang paling legendaris?

Tiga tempat paling legendaris untuk menikmati wedang tradisional di Malang adalah Angsle & Ronde Akor, Angsle & Ronde Pak Solikin, serta Ronde Titoni yang masih dimasak menggunakan arang.

Masing-masing tempat punya kelompok penggemar fanatiknya sendiri. Harganya pun sangat bersahabat bagi mahasiswa maupun rombongan keluarga:

  • Ronde Titoni (Sejak 1948): Warung ini menggunakan resep asli Tiongkok dari pendirinya. Uniknya, kamu akan menemukan poster petinju Mike Tyson di sini (pelesetan kata "ronde" tinju).
    • Lokasi: Jl. Zainul Arifin No. 17.
    • Harga: Rp8.000 – Rp15.000.
  • Angsle & Ronde Akor: Ciri khasnya ada pada mutiara yang berbentuk kotak (bukan bulat biasa, ncen unik og) dan kuah jahe yang sangat nendang.
    • Lokasi: Depan Lapangan Sempu (Jl. Sempu No. 10).
    • Harga: Rp7.000 – Rp9.000.
  • Angsle & Ronde Pak Solikin: Warung ini mempertahankan cara masak tradisional pakai arang, bikin aroma kuahnya sangat khas dan smokey.
    • Lokasi: Kawasan Jodipan (Jl. Zaenal Zakse No. 80).
    • Harga: Rp8.000 – Rp9.000.


Mengapa kuliner ini lebih nikmat disantap langsung di tempat?

Menyantapnya langsung di warung memberikan sensasi kehangatan maksimal di tengah udara dingin, sekaligus menjaga tekstur isian seperti roti tawar dan bola ketan agar tidak hancur atau lembek selama perjalanan.

Sugeng Prayitno, pemilik Ronde Titoni generasi kedua, punya prinsip kuat soal ini. Ia sengaja tidak mendaftarkan warungnya secara masif ke platform pesan antar online. Menurutnya, rasa ronde dan angsle paling maksimal jika dinikmati langsung saat masih mengepul panas dari pancinya.

Dukut Imam Widodo, seorang budayawan Jawa Timur, juga sangat mengamini keajaiban minuman ini. Beliau menyatakan bahwa kuliner ini sudah eksis sejak "zaman tempo doeloe" di Malang.

Sensasi menyeruput angsle manis saat udara menggigit kulit adalah warisan budaya yang tak lekang oleh waktu.


Apa kata wisatawan tentang rasa dan harga kuliner malam ini?

Pelanggan dan wisatawan sepakat bahwa dengan harga yang sangat murah (sekitar Rp12.000), mereka sudah bisa mendapatkan minuman tradisional yang sangat menyegarkan dan efektif menghangatkan tubuh.

Edi Gunawan Manurung, seorang pelanggan, memberikan ulasan jujurnya. Ia merasa takjub karena uang belasan ribu sudah cukup untuk menebus rasa lelahnya dengan minuman yang menyegarkan badan.


Jangan Matikan Suasana Malam dengan Pesan Antar

Sebagai orang yang sering melihat kelakuan wisatawan, saya ingin memberi satu saran: berhentilah meromantisasi kasur hotelmu saat malam hari. Pesan makanan via aplikasi ojek online memang praktis, tapi kamu akan kehilangan vibes aslinya.

Makan angsle itu seninya ada pada duduk berdesakan di kursi plastik pinggir jalan, melihat penjualnya mengaduk kuah santan dari panci besar yang berasap, sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangan menahan dingin.

Buat panitia outbound atau HRD perusahaan, bawa tim kalian ke warung-warung ini. Percayalah, obrolan antar karyawan bakal jauh lebih cair dan akrab saat ditemani semangkuk kuah jahe panas. Selamat berburu kehangatan!

Memasak kuah pakai arang menambah aroma sedap kuliner hangat malang di malam hari
Memasak kuah pakai arang menambah aroma sedap kuliner hangat malang di malam hari

FAQ (Pertanyaan Seputar Malam di Malang)

Malam di Malang enaknya kemana kalau bawa rombongan keluarga?

Selain berburu ronde dan angsle, kamu bisa mengunjungi Alun-Alun Kota Malang atau Alun-Alun Kota Batu yang selalu hidup di malam hari. Jika mencari suasana klasik, berjalan santai di sepanjang koridor Jalan Kayutangan Heritage sambil mendengarkan live music akustik adalah pilihan yang sangat populer saat ini.

Makanan apa yang terkenal di Malang untuk disantap malam hari?

Selain wedang tradisional, Malang sangat identik dengan kuliner malam seperti Sego Resek (Nasi Sampah) di Kasin, Rawon Malang (seperti Rawon Pak Jenggot yang buka malam), dan tentu saja berbagai kedai Bakso Malang kaki lima yang aromanya menggoda di setiap sudut kota.

Tempat hidden gem kuliner itu apa maksudnya?

Istilah hidden gem merujuk pada warung atau tempat makan legendaris yang memiliki kualitas rasa luar biasa, namun lokasinya tersembunyi (masuk ke dalam gang kecil atau tidak berada di jalan raya utama) sehingga belum banyak diketahui oleh wisatawan mainstream.

Kuliner khas Malang apa saja yang cocok dijadikan oleh-oleh?

Jika kamu ingin membawa pulang cita rasa Malang, kamu bisa memborong Keripik Tempe Sanan, aneka olahan buah apel (keripik dan sari apel), Pia Mangkok, hingga Strudel Malang (kue lapis pastry isi buah) yang saat ini sangat digandrungi wisatawan.

Lihat Sumber Informasi
Referensi Tulisan: 01. https://radarmalang.jawapos.com/
02. https://fibercreme.com/
Penulis Artikel: Rachel Wijayani (cel)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *