Kawah Wurung Bondowoso, Glamping Savana Tanpa Bau Belerang
Kawah Wurung di Bondowoso menawarkan lanskap padang savana hijau ala New Zealand tanpa asap vulkanik maupun bau belerang, cocok untuk soft adventurer yang ingin healing tanpa drama.
Lengkapi perjalanan dengan Teduh Glamping di Sumberwringin, di mana Rp300.000 sudah cukup untuk menginap berlima di tepi sungai jernih, lengkap dengan sarapan dan barbeque jagung.
Kalau dengar kata "kawah" di Bondowoso, yang pertama terlintas pasti Kawah Ijen dengan belerangnya yang menyengat dan trekking malamnya yang bikin lutut gemeteran (salah satu ekspedisi alam ekstrem Jatim paling populer).
Tapi ada satu destinasi yang belakangan ini diam-diam mencuri perhatian, khususnya dari kalangan yang pengen menikmati alam pegunungan tanpa drama fisik berlebihan: Kawah Wurung.
Tidak ada asap putih mengepul. Tidak ada bau belerang yang bikin hidung protes. Yang ada hanya hamparan padang savana hijau seluas mata memandang, angin sejuk, dan langit yang terasa lebih rendah dari biasanya.
Buat kamu yang berasal dari Surabaya, Malang, atau bahkan Jakarta yang sedang mencari weekend getaway berkelas tanpa harus menguras tabungan, Kawah Wurung plus Teduh Glamping bisa jadi kombinasi yang paling masuk akal musim ini.
Kawah Wurung Itu di Mana?
Kawah Wurung adalah kawah tidak aktif yang terletak di kawasan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Secara administratif, lokasi ini berada di rute yang sama dengan jalur menuju Kawah Ijen, sehingga sering masuk dalam satu itinerary wisata kawasan pegunungan Bondowoso-Banyuwangi.
Karena statusnya sebagai kawah tidak aktif, Kawah Wurung tidak mengeluarkan gas vulkanik maupun uap belerang. Inilah yang membedakannya secara mendasar dari Kawah Ijen yang membutuhkan masker gas dan fisik prima untuk dinikmati.
Pemandangan utamanya adalah padang savana bergelombang yang luas, yang kerap dijuluki "New Zealand-nya Jawa Timur" oleh para pengunjung dan konten kreator lokal. Julukan ini bukan lebay, karena tekstur bukit-bukit hijau terbuka di sini memang tidak terasa seperti Indonesia pada umumnya.
Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Kawah Wurung?
Kawah Wurung bukan sekadar spot foto. Pengelola kawasan ini sudah mengembangkan sejumlah aktivitas yang cukup beragam:
- Camping ground untuk yang ingin menginap langsung di tengah savana.
- Jeep tour menyusuri jalur berdebu di antara bukit-bukit savana.
- Offroad bagi yang ingin pengalaman lebih memacu adrenalin.
- Fotografi lanskap dengan latar belakang padang rumput terbuka.
Intan Puspita Dewi, Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Bondowoso, menyebut bahwa kawasan Kawah Wurung menjadi tujuan favorit wisatawan, terutama di musim libur. "Jika diperlukan, kami siapkan pengawalan untuk lintasan jeep dan offroad guna memastikan keselamatan pengunjung," ujarnya.
Soal tiket masuk, angkanya sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 per orang. Sistem pembayarannya pun sudah modern: Kawah Wurung kini menggunakan e-ticketing berbasis QRIS, jadi tidak perlu repot menyiapkan uang receh.
Glamping di Teduh Bondowoso: Murah Tapi Tidak Murahan
Nah, ini bagian yang biasanya bikin orang berhenti scrolling.
Dalam rute yang sama menuju Kawah Wurung, tepatnya di Kecamatan Sumberwringin, ada sebuah kawasan bernama Teduh Glamping. Konsepnya sederhana tapi unik: tenda glamping yang didirikan tepat di atas aliran sungai yang jernih dan berbatu.
Harganya? Rp300.000 untuk empat orang. Dengan harga itu, kamu sudah mendapatkan:
- Tenda glamping siap pakai
- Sleeping bag dan matras
- Barbeque jagung
- Sarapan pagi
- Akses ke kafe, aula makan, musala, dan toilet duduk
Untuk fasilitas glamping di kawasan pegunungan Jawa Timur, angka segitu termasuk sangat kompetitif. Tidak ada tenda darurat atau toilet cemplung. Fasilitasnya cukup untuk memenuhi standar kenyamanan minimal yang dibutuhkan generasi yang sudah terbiasa dengan Tokopedia dan GoFood.
Kurniawan, pengelola Teduh Glamping, menjelaskan posisi strategis destinasinya. "Tempat ini mendukung wisata yang sudah ada. Jadi, wisatawan dari luar kota yang mencari penginapan bisa memilih tempat ini," kata Kurniawan.
Pengunjung bernama Fudail Barri, yang sudah merasakan langsung pengalaman glamping di sini, memberikan kesan yang cukup representatif. "Perpaduan yang paling pas menurut saya ya, udaranya tenang, sejuk, suasananya juga adem ayem. Kemudian, makanannya juga sederhana, itu perpaduan yang sangat pas," ujar Fudail.
Baca Juga: Menjelajahi Pesona Wisata Gunung Ijen melalui Panduan Blue Fire dan Danau Kawah
Kuliner Tradisional: Jangan Skip Bagian Ini
Salah satu nilai lebih Teduh Glamping yang sering tidak masuk kalkulasi saat memilih tempat menginap adalah menunya.
Di sini, pengalaman berkemah dilengkapi dengan sajian kuliner pedesaan yang otentik:
- Klepon - kue bola hijau isi gula aren yang kenyal
- Apem kuah - jajanan tradisional berbahan fermentasi beras dengan kuah santan
- Lupis - ketan bungkus daun pisang dengan taburan kelapa parut dan gula merah
Buat wisatawan dari kota besar yang biasa makan di mal, menu-menu ini punya nilai nostalgia tersendiri. Dan ya, menyantap klepon di tepi sungai pegunungan dengan udara 18 derajat Celsius itu pengalaman yang susah ditiru oleh restoran mana pun.
Kawah Wurung + Teduh Glamping: Itinerary Realistis
Kalau kamu berangkat dari Surabaya atau Malang, perjalanan menuju Bondowoso bisa memakan waktu sekitar 3-4 jam. Rekomendasi paling logis adalah:
Hari pertama: Tiba sore, langsung check-in Teduh Glamping, makan malam dengan menu tradisional, barbeque jagung di tepi sungai.
Hari kedua: Pagi hari berangkat ke Kawah Wurung, menikmati padang savana pagi hari saat kabut masih tipis, lanjut jeep tour atau offroad jika tertarik.
Sistem e-ticketing QRIS di Kawah Wurung memudahkan proses masuk tanpa antre panjang, yang cukup krusial kalau kamu datang saat musim libur.
![]() |
| Glamping tenda di atas sungai Teduh Glamping Sumberwringin Bondowoso |
Ada Kekurangan yang Perlu Diketahui?
Jujur, ada beberapa hal yang perlu kamu antisipasi sebelum berangkat:
- Akses jalan menuju kawasan ini masih menggunakan jalan pegunungan yang tidak selalu mulus, terutama di musim hujan.
- Sinyal telekomunikasi di area glamping dan Kawah Wurung bisa tidak stabil, jadi jangan mengandalkan Google Maps secara real-time.
- Kapasitas glamping terbatas, jadi booking di muka sangat disarankan, terutama menjelang akhir pekan panjang.
Tapi bagi kalangan soft adventurer yang sudah siap dengan kondisi ini, justru keterbatasan-keterbatasan itu yang membuat pengalaman di sini terasa lebih hidup dibanding menginap di hotel berbintang di kota.
Kawah Wurung adalah pilihan destinasi yang masuk akal bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam pegunungan dan savana di Jawa Timur tanpa harus menanggung pengalaman ekstrem Kawah Ijen.
Kombinasinya dengan Teduh Glamping di Sumberwringin menjadikan perjalanan ini paket lengkap: alam terbuka, glamping terjangkau, kuliner tradisional, dan akses wisata aktif seperti jeep tour dan offroad.
Dengan total anggaran yang sangat ramah kantong, ini salah satu itinerary terbaik untuk weekend getaway di Jawa Timur saat ini.
FAQ
Berapa tiket masuk Kawah Wurung?
Tiket masuk Kawah Wurung mulai dari Rp5.000 per orang. Kawasan ini sudah menggunakan sistem e-ticketing dengan pembayaran QRIS, sehingga wisatawan tidak perlu menyiapkan uang tunai pecahan kecil. Harga tersebut berlaku untuk akses masuk ke kawasan savana, sementara aktivitas tambahan seperti jeep tour dan offroad memiliki tarif terpisah sesuai paket yang dipilih.
Kawah Wurung ada di mana?
Kawah Wurung terletak di kawasan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Lokasinya berada di jalur yang sama dengan rute menuju Kawah Ijen, sehingga sering digabungkan dalam satu itinerary wisata. Dari Surabaya, jarak tempuh sekitar 3-4 jam berkendara. Kawah Wurung merupakan kawah tidak aktif, sehingga tidak menghasilkan gas vulkanik maupun bau belerang.
Apakah Kawah Wurung berbeda dari Kawah Ijen?
Ya, berbeda secara signifikan. Kawah Ijen adalah kawah aktif dengan danau asam berwarna biru dan gas belerang yang membutuhkan masker serta kondisi fisik prima. Kawah Wurung adalah kawah tidak aktif tanpa uap vulkanik, dengan pemandangan utama berupa padang savana hijau terbuka. Kawah Wurung lebih cocok untuk wisatawan yang ingin pengalaman alam santai tanpa tantangan fisik ekstrem.
Berapa harga glamping di Teduh Glamping Bondowoso?
Teduh Glamping di Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, menawarkan paket menginap seharga Rp300.000 untuk empat orang. Harga tersebut sudah termasuk tenda glamping, sleeping bag, matras, barbeque jagung, dan sarapan pagi. Fasilitas pendukung seperti kafe, musala, dan toilet duduk tersedia di area glamping tanpa biaya tambahan.
Apa aktivitas yang tersedia di Kawah Wurung?
Di kawasan Kawah Wurung, tersedia beberapa aktivitas yang dikelola secara resmi, yaitu camping ground, jeep tour, dan offroad. Selain itu, kawasan ini populer sebagai lokasi fotografi lanskap karena pemandangan padang savana yang luas. Pengelola dan pemerintah daerah menyiapkan pengawalan khusus untuk jalur jeep dan offroad demi keselamatan pengunjung.
Lihat Sumber Informasi
02. Nugroho, A. H. (2024). Petualangan Glamping di Teduh Bondowoso, Sambil Menikmati Kuliner Tradisional dan Bersantai di Pinggir Sungai. BeritaSatu.
03. Tribun Jatim Timur. (2026). Teduh Glamping dan Kawah Wurung Jadi Favorit Libur Lebaran di Bondowoso. OBNews.co / Tribun Network.
Penulis Artikel: Rachel Wijayani (cel)
.png)
