Pura Terbesar di Banyuwangi, Sejarah Hindu Blambangan Wajib Dikunjungi
Banyuwangi menyimpan tiga pura bersejarah yang bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga kelas terbuka tentang toleransi, arsitektur kuno, dan warisan Kerajaan Blambangan yang masih hidup hingga hari ini.
Ketika mendengar nama Banyuwangi, kebanyakan orang langsung teringat Gunung Ijen atau Pantai Pulau Merah.
Padahal, kabupaten yang dijuluki Bumi Blambangan ini juga menyimpan warisan Hindu yang luar biasa: deretan pura terbesar di Banyuwangi yang sarat nilai sejarah dan cocok dijadikan tujuan wisata edukasi. Mulai dari pura terluas di kawasan Muncar, pura di tengah hutan purba Alas Purwo, hingga pura yang berdiri kokoh di tepi Samudra Hindia.
Apa Pura Terbesar di Banyuwangi dan Di Mana Lokasinya?
Pura terbesar di Banyuwangi adalah Pura Agung Blambangan, yang berlokasi di Kecamatan Muncar. Pura ini memiliki luas sekitar satu hektar dan kerap disebut sebagai pura terbesar kedua di Pulau Jawa setelah Pura Blambangan di Bali.
Pura Agung Blambangan bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah simbol keberlanjutan Kerajaan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Timur yang pernah berjaya sebelum runtuh pada abad ke-18.
Arsitekturnya khas Bali dengan sentuhan lokal Jawa Timur: gerbang candi bentar yang megah, meru bertingkat, dan halaman berlapis yang mencerminkan kosmologi Hindu Jawa.
Saat Galungan dan Kuningan, ribuan umat Hindu dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di sini untuk bersembahyang. Suasananya khidmat dan menjadi pengalaman budaya yang sulit dilupakan, terutama bagi siswa yang baru pertama kali menyaksikannya langsung.
Baca Juga: Masjid Ramah Wisatawan di Banyuwangi untuk Ibadah Nyaman
Apa Keunikan Pura Luhur Giri Salaka di Alas Purwo?
Pura Luhur Giri Salaka terletak di dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo, hutan yang dianggap sebagai salah satu hutan tertua di Pulau Jawa. Ini menjadikannya pura dengan pengalaman berkunjung paling berbeda dibanding pura lain di Banyuwangi.
Jalan menuju pura ini melintasi hutan lebat dengan akses yang sebagian masih berpasir dan berbatu.
Justru di situlah letak pengalaman uniknya: setiap langkah menuju pura terasa seperti perjalanan menembus lapisan waktu. Begitu tiba, suasana sejuk dan sunyi langsung terasa berbeda dari keramaian tempat wisata biasa.
Yang paling menarik secara historis adalah Situs Kawitan di dalam kompleks pura: tumpukan batu bata kuno yang dipercaya berasal dari era Kerajaan Kediri hingga Majapahit. Ini adalah bukti fisik bahwa kawasan Alas Purwo sudah menjadi tempat sakral jauh sebelum masa modern.
Catatan persiapan: Kendaraan harus prima, bawa air minum sendiri karena warung sangat jarang di dalam kawasan, dan pastikan masuk sebelum jam operasional taman nasional berakhir.
Pura Mana di Banyuwangi yang Paling Ikonik untuk Wisata Keluarga?
Pura Segara Tawangalun di tepi Pantai Pulau Merah adalah jawabannya. Lokasinya yang langsung menghadap Samudra Hindia membuat pura ini punya daya tarik ganda: wisata religi sekaligus wisata alam dengan panorama pantai yang memukau.
Pura ini menyimpan kisah yang menambah dimensi historisnya. Pada 1994, gelombang tsunami menghantam kawasan ini dan meluluhlantakkan sebagian besar bangunan. Satu bagian yang tetap berdiri kokoh adalah Padmasana, takhta batu pemujaan Sang Hyang Widhi. Padmasana yang selamat itu kini menjadi inti spiritual pura yang dibangun kembali.
Momen terbaik mengunjungi pura ini adalah saat upacara Melasti menjelang Nyepi: ratusan umat berpakaian putih beriringan di tepi pantai dengan sesajen dan gamelan, latar belakangnya laut biru Samudra Hindia. Bagi rombongan sekolah, ini adalah pelajaran budaya yang tidak bisa digantikan buku teks mana pun.
Apa Perbandingan Ketiga Pura Terbesar di Banyuwangi?
Ketiganya menawarkan pengalaman yang berbeda. Berikut ringkasannya untuk membantu memilih sesuai tujuan kunjungan:
| Pura | Pura Agung Blambangan | Pura Luhur Giri Salaka | Pura Segara Tawangalun |
|---|---|---|---|
| Lokasi | Kec. Muncar, Banyuwangi | Dalam TN Alas Purwo | Tepi Pantai Pulau Merah |
| Keunggulan | Pura terluas, pusat ibadah utama | Situs Kawitan era Majapahit, hutan purba | View laut, kisah Padmasana tsunami |
| Akses | Mudah, jalan aspal | Menantang, sebagian berpasir | Mudah, menyatu dengan kawasan wisata |
| Cocok untuk | Rombongan sekolah, keluarga | Pecinta sejarah, petualangan ringan | Keluarga, wisata religi pantai |
Apa Aturan yang Harus Dipatuhi saat Berkunjung ke Pura di Banyuwangi?
Pura adalah tempat ibadah aktif, bukan sekadar destinasi wisata. Menghormati aturan di sini bukan formalitas, tapi bagian dari pengalaman itu sendiri.
- Kenakan pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut.
- Gunakan kain kamben dan selendang untuk memasuki area persembahyangan. Kain biasanya tersedia sewaan di pintu masuk, siapkan uang tunai.
- Jaga ketenangan, terutama saat umat sedang bersembahyang. Hindari mengambil foto terlalu dekat ke area ritual.
- Jangan buang sampah di area pura, terlebih di kawasan Alas Purwo yang merupakan zona konservasi.
- Untuk Pura Agung Blambangan, hindari berkunjung di tengah acara keagamaan besar jika tujuan utamanya wisata, agar tidak mengganggu kekhidmatan ibadah.
Baca Juga: Masjid Terbesar di Banyuwangi Megah dan Penuh Makna
Mengapa Pura di Banyuwangi Relevan untuk Wisata Edukasi Sekolah?
Kunjungan ke pura bukan sekadar wisata religi. Bagi rombongan sekolah, tempat-tempat ini adalah ruang belajar sejarah yang hidup: dari warisan Kerajaan Blambangan dan Majapahit, arsitektur Hindu Jawa-Bali, hingga praktik toleransi antarumat beragama yang masih terjaga di Banyuwangi.
Siswa yang mengunjungi Situs Kawitan di Alas Purwo bisa langsung melihat batu bata kuno yang menjadi bukti jejak peradaban. Mereka yang menyaksikan upacara Melasti di Pantai Pulau Merah mendapat pelajaran tentang nilai budaya yang tidak bisa didapat dari buku teks.
Jenis pengalaman inilah yang menjadi inti dari program wisata edukasi yang bermakna.
Gemilang Katun Outbound menyediakan paket Wisata Edukasi untuk sekolah dan komunitas yang dapat dikombinasikan dengan kunjungan ke destinasi bersejarah dan alam di Banyuwangi. Cocok untuk SD, SMP, SMA, maupun komunitas keluarga yang ingin liburan dengan nilai tambah.
Tertarik membawa rombongan sekolah atau keluarga ke Banyuwangi dengan program yang terstruktur? Hubungi tim Gemilang Katun Outbound langsung melalui WhatsApp di 0822-1122-1909 untuk konsultasi paket wisata edukasi yang sesuai kebutuhan.
Penulis: Karina Dwi Tantos (rin)
.png)
