Cafe Jalibar Batu City Light, Nongkrong Murah Anti Macet
Kalau mendengar kata "nongkrong di Batu", yang terlintas di kepala pasti Alun-Alun yang parkirnya rebutan sama odong-odong, atau kafe-kafe hits di pusat kota yang antreannya mengular.
Padahal, niat hati pengen healing lihat lampu kota, eh malah stressing lihat lampu rem kendaraan di depan mata.
Balik, bagi kalian yang sudah muak dengan kemacetan tapi tetap butuh asupan city light dan udara dingin, ada satu hidden gem yang sering luput dari radar wisatawan mainstream. Namanya Jalibar alias Jalur Lintas Barat.
Kawasan ini bukan sekadar jalan pintas buat menghindari macet. Di sepanjang jalan mulus yang menghubungkan Oro-Oro Ombo dengan area Junrejo ini, tumbuh ekosistem tempat nongkrong yang asik, murah, dan (ini yang paling penting) tenang.
Kenapa Harus Jalibar?
Jujur, aku sendiri awalnya ragu. Ngapain nongkrong di pinggir jalan raya? Tapi begitu sampai sana, keraguan itu hilang.
Menurutku pribadi, Jalibar ini punya pesona yang beda. Vibe-nya tuh kayak nemu tempat rahasia yang belum dijamah banyak orang. Jalannya lebar banget, jadi parkir mobil gampang (nggak kayak di Payung yang ngeri-ngeri sedap).
Pemandangan city light-nya juga lebih rapi karena kita melihat hamparan perumahan dari sisi samping, bukan dari atas gunung banget. Rasanya lebih intimate dan nggak terlalu overwhelming.
Deretan Spot Wajib Coba
Berdasarkan penelusuran di lapangan (dan intip-intip Google Maps biar valid), berikut adalah rekomendasi Cafe Jalibar Batu City Light yang wajib masuk bucket list kalian:
1. Jalibar Cafe Batu
- Lokasi: Strategis, pas di depan rest area. Punya rooftop kece.
- Jam Buka: Selasa-Jumat (16.00-22.00), Sabtu (04.00-21.00), Minggu (09.00-21.00). Senin libur.
- Range Harga: Super terjangkau, mulai Rp 5.000 - Rp 25.000. Dompet mahasiswa aman sentosa.
- Vibe: Ada live music tipis-tipis yang asik.
2. Joglo Pesona Bukit Jalibar
- Konsep: Joglo rumahan yang hangat.
- Jam Buka: 24 Jam! Penyelamat kaum "insus" (insomnia sus) yang butuh kopi jam 3 pagi.
- Menu Andalan: Makanan berat (Nasi) tersedia kalau lapar tengah malam.
3. TenThirty Jalibar & Cafe Taman Pinus
- Konsep: Suasana hutan pinus yang asri.
- Highlight: Letaknya agak masuk ke pinggiran pohon pinus. Udaranya lebih segar dan banyak spot selfie natural tanpa filter berlebihan.
Cocok Buat Siapa?
Tempat ini membagi pengunjungnya jadi dua kubu yang rukun:
- Anak Muda/Mahasiswa: Datang buat konten TikTok, ngopi murah, dan wifi gratisan. Bahasanya santai, ketawa-ketiwi tanpa beban.
- Keluarga/Wisatawan: Datang karena butuh parkir luas dan toilet bersih. Akses jalannya yang landai (nggak nanjak curam kayak arah Paralayang) bikin tempat ini ramah buat mobil jenis apapun, bahkan city car yang ground clearance-nya rendah.
Tapi, kalau tujuanmu adalah dinner romantis yang proper, higienis, dan mau melamar pasangan, Jalibar mungkin kurang pas karena terlalu terbuka. Kamu butuh tempat yang lebih private. Cek rekomendasi tempat yang lebih mewah di daftar 7 Restoran City Light Batu untuk Dinner Romantis ini
Tips Biar Nggak Zonk
- Angin Kencang: Bawa jaket tebal. Angin di sini menusuk karena area terbuka (lembah).
- Datang Setelah Isya: Jam 19.00 - 20.00 WIB adalah waktu terbaik. Truk besar sudah berkurang, city light sudah nyala sempurna.
- Toilet: Pastikan buang air kecil dulu di SPBU atau masjid terdekat jika ragu dengan toilet warung yang sederhana.
![]() |
| Pemandangan city light terbaik dari kawasan Jalibar Batu |
Alternatif Cerdas
Kesimpulannya, Jalibar adalah solusi cerdas buat kalian yang pengen suasana city light Batu tapi anti ribet. Nggak perlu nanjak gunung, nggak perlu macet-macetan di pusat kota.
Cukup arahkan kendaraan ke Jalur Lintas Barat, pilih kafe yang lampunya paling terang, pesan kopi, dan nikmati malam dengan tenang. Jadi, kapan mau ajak dia ke sini? Mumpung belum viral-viral banget lho!
FAQ
Apa saja menu kopi yang biasanya ada di sana?
Berapa sih jumlah coffee shop di Jalibar?
Apakah ramah buat bawa anak kecil?
Lihat Sumber Informasi dan Gambar
02. https://amazingmalang.com/kuliner/
.png)

