Paralayang Batu Malam Hari, City Light Romantis Modal 50 Ribu
Valentine itu identik dengan cokelat mahal dan makan malam di restoran yang porsinya sedikit tapi harganya selangit. Tapi mari kita realistis, tidak semua pasangan punya anggaran "Sultan". Ada kalanya, cinta itu membara tapi saldo ATM berkata lain.
Bagi mahasiswa semester akhir yang uang bulanannya sudah terpotong biaya skripsi, atau pekerja fresh graduate yang gajinya cuma numpang lewat, Kota Batu punya penyelamat. Namanya Paralayang Batu.
Terletak di Gunung Banyak dengan ketinggian 1.326 mdpl, tempat ini adalah definisi "Romantis Jalur Alam". Siang hari tempat ini dipakai atlet untuk terbang, tapi begitu matahari terbenam, Paralayang Batu malam hari berubah menjadi tribun raksasa untuk menonton pertunjukan cahaya kota.
Tanpa reservasi, tanpa dress code, dan yang paling penting: tanpa bikin dompet jebol.
Kenapa Harus ke Sini?
Kalau restoran mewah menjual "Eksklusivitas", Paralayang menjual "Kebebasan". Di sini, tidak ada pelayan yang memandang sinis kalau kamu cuma pesan satu kopi buat berdua.
Daya tariknya sederhana tapi mematikan:
- City Light Tanpa Batas: Dari ketinggian ini, lampu-lampu rumah warga di Batu dan Malang terlihat seperti hamparan bintang yang jatuh ke bumi.
- Hutan Pinus yang Syahdu: Suara angin yang menabrak daun pinus menciptakan musik alam yang menenangkan.
- Modus Paling Aman: Udaranya dingin banget. Ini alasan paling logis dan sopan untuk merangkul pasangan atau meminjamkan jaket biar terlihat gentleman.
Tapi, kalau ternyata pasangan kamu tipe yang nggak bisa kena angin malam atau lebih suka duduk cantik di sofa empuk, jangan dipaksa ke sini ya. Mending ajak ke tempat yang lebih hangat. Cek rekomendasi restoran tertutup dan nyaman di daftar 7 Restoran City Light Batu untuk Dinner Romantis ini.
Fasilitas: Sederhana tapi Bikin Betah
Jangan bayangkan sofa empuk. Di sini, singgasana kamu adalah bangku kayu panjang atau tembok pembatas. Tapi anehnya, justru di situ nyamannya.
Di sekitar area Omah Kayu, berjejer warung sederhana. Harganya beneran harga "warung tongkrongan", bukan harga tempat wisata yang ngetok:
- Kopi Sachet/Jahe: Rp 5.000 - Rp 10.000
- Jagung Bakar: Rp 10.000 - Rp 15.000
- Mie Instan Rebus + Telur: Rp 12.000 - Rp 15.000
Jujurly (curhat dikit): Aku sendiri sebenarnya belum berani gas motor sendirian ke atas sana karena ngeri nanjak-nya (maklum, skill motor matic masih level amatir). Tapi tiap lihat story Instagram teman yang tahun baruan di sana, rasanya "Ihhhhhhhhhhh pengennn banget".
Mereka kelihatan happy banget cuma duduk lesehan pakai sarung tangan wol, ketawa-ketiwi dengan latar city light yang bokeh. Sederhana, tapi memorable. Suatu saat, aku pasti ke sana (nunggu ada yang bonceng!).
Akses dan Tantangan Menuju Puncak
Menikmati keindahan murah meriah ini butuh perjuangan sedikit. Akses menuju Gunung Banyak sudah beraspal, tapi jalurnya menanjak dan berkelok. Apalagi kalau malam, penerangan jalan di beberapa titik agak minim.
Jadi, pastikan kendaraan kamu (terutama motor matic) dalam kondisi prima. Cek rem sebelum berangkat. Jangan sampai mau romantis malah berakhir tragis dorong motor mogok di tanjakan.
Biaya masuknya? Receh. Tiket masuk Paralayang Batu biasanya di kisaran Rp 20.000-an per orang, plus parkir. Bandingkan dengan minimum spend di restoran rooftop yang bisa ratusan ribu.
Sisa uangnya bisa buat beli bensin dan jajan cilok sepulang dari sana.
Siapa yang Cocok ke Sini?
Tempat ini adalah surga bagi pasangan petualang atau backpacker couple. Mereka yang tidak rewel soal kenyamanan, tidak takut angin malam, dan bisa menikmati obrolan deep talk tanpa gangguan pelayan.
Tapi, tempat ini TIDAK COCOK buat pasangan yang manja, yang kalau kena angin dikit langsung masuk angin, atau yang phobia gelap. Juga kurang pas kalau kamu ingin melamar pasangan dengan dekorasi bunga-bunga heboh, karena angin di sini bisa menerbangkan segalanya.
Tips Biar Nggak Masuk Angin
Karena lokasinya di puncak gunung dan buka 24 jam, angin malam di sini tidak main-main.
- Pakai Jaket Tebal: Jangan sok kuat pakai kaos oblong.
- Bawa Sarung Tangan dan Kupluk: Kalau perlu.
- Datang Pas Cuaca Cerah: Kalau hujan atau kabut tebal turun, city light-nya hilang tertutup "tembok putih". Jadinya zonk deh.
![]() |
| Warung kopi di sekitar wisata Paralayang Batu untuk nongkrong hemat |
Romantis Itu Rasa, Bukan Harga
Kesimpulannya, Paralayang Batu membuktikan bahwa romantis itu tidak harus mahal. Duduk berdua, menyeruput kopi panas, sambil menatap masa depan (dan lampu kota) adalah kemewahan yang nyata.
Jadi, buat kamu yang budget Valentine-nya mepet, jangan sedih. Ajak pasangan ke sini. Kalau dia bahagia diajak ke Paralayang, pertahankan. Itu tandanya dia menerima kamu apa adanya, bukan ada apanya.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan city light?
Apakah aman ke Paralayang Batu malam hari?
Apakah bisa bawa mobil sampai atas?
Berapa rincian biaya pacaran hemat di sini?
Lihat Sumber Informasi dan Gambar
02. https://radarmalang.jawapos.com/wisata-kuliner/
.png)

