3 Candi Bersejarah di Jawa Timur yang Wajib Kamu Kunjungi

3 Candi Bersejarah di Jawa Timur yang Wajib Kamu Kunjungi

Jawa Timur bukan hanya dikenal karena panorama alamnya yang megah, tetapi juga karena peninggalan sejarah yang mencerminkan kejayaan masa lalu. Di antara banyak situs bersejarah yang tersebar di provinsi ini, beberapa candi masih berdiri kokoh sebagai saksi peradaban besar kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara.

Tiga di antaranya, Candi Penataran di Blitar, Candi Jawi di Pasuruan, dan Candi Singasari di Malang, menjadi representasi kuat dari perpaduan budaya, spiritualitas, dan seni arsitektur masa lampau. Kunjungan ke ketiga candi ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan juga sebuah perjalanan waktu.

Setiap ukiran dan relief di dinding batu menceritakan kisah tentang kehidupan, keyakinan, dan kebesaran kerajaan yang pernah berjaya di tanah Jawa Timur.

 

Candi Penataran Blitar

Candi Penataran, yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, adalah kompleks percandian terbesar di Jawa Timur. Dikenal juga sebagai “Candi Palah”, situs ini pernah menjadi tempat pemujaan penting bagi para raja Majapahit.

Keberadaannya tercatat dalam kitab Negarakertagama, sebuah karya sastra klasik dari masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Bangunan-bangunan di kompleks ini menunjukkan karakter khas arsitektur Jawa Timur: struktur bata dan batu andesit berpadu dengan relief yang bercerita tentang kisah epik seperti Ramayana.

Setiap ukiran terasa hidup, seolah mengajak pengunjung menelusuri perjalanan spiritual masa lalu. Suasana di sekitar Candi Penataran juga menenangkan.

Dikelilingi oleh pepohonan rindang dan udara pegunungan yang sejuk, tempat ini sering dijadikan lokasi meditasi maupun ziarah budaya. Tak heran bila banyak wisatawan menganggap Penataran sebagai simbol keseimbangan antara sejarah dan kedamaian batin.

 

Candi Jawi Pasuruan

Beranjak ke timur, di kaki Gunung Welirang, berdiri megah Candi Jawi. Candi ini terletak di Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Dibangun pada abad ke-13 sebagai tempat pendharmaan Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari, Candi Jawi mencerminkan perpaduan unik antara dua ajaran besar: Hindu dan Buddha. Arsitektur Candi Jawi sangat menarik.

Tubuhnya yang ramping menjulang tinggi dengan paduan batu berwarna gelap di bagian bawah dan batu putih di bagian atas, menandakan simbol penyatuan dua keyakinan. Relief-relief tipis di dindingnya menggambarkan kisah spiritual dan filosofi hidup, menandakan tingkat estetika tinggi dari seniman masa itu.

Berada di kawasan pegunungan yang hijau, suasana Candi Jawi terasa menenangkan. Banyak peziarah datang bukan hanya untuk melihat bangunannya, tetapi untuk merasakan keheningan dan kesejukan spiritual yang terpancar dari setiap sudut candi.

 

Candi Singasari Malang

Candi Singasari berada di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singasari yang dikenal progresif dan visioner.

Dari sinilah tonggak awal kebangkitan Majapahit bermula. Candi Singasari menampilkan arsitektur yang gagah dan penuh simbolisme.

Dindingnya dihiasi pahatan dewa-dewi Hindu, sementara bentuk tubuh candi yang tinggi menjulang melambangkan hubungan manusia dengan dunia spiritual. Keunikan lainnya adalah adanya patung Dwarapala raksasa yang menjaga area candi, seolah melindungi warisan kerajaan dari masa lalu.

Ketika berdiri di depan Candi Singasari, kamu akan merasakan perpaduan rasa kagum dan takzim. Suasananya yang tenang di tengah perkampungan menjadikannya tempat refleksi yang sempurna bagi siapa pun yang ingin memahami jejak sejarah Jawa Timur lebih dalam.

Candi Singasari Malang peninggalan Raja Kertanegara

Pesona Sejarah dan Spiritualitas di Tanah Jawa Timur

Ketiga candi tersebut memiliki daya tarik yang berbeda, namun semuanya menyimpan makna mendalam tentang identitas budaya Jawa Timur. Candi Penataran menonjolkan kemegahan Majapahit, Candi Jawi menunjukkan toleransi dan persatuan spiritual, sementara Candi Singasari menjadi simbol penghormatan kepada pemimpin yang visioner.

Mengunjungi candi-candi ini bukan hanya perjalanan wisata, tetapi juga perjalanan spiritual. Kita belajar bagaimana leluhur Nusantara membangun hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan melalui karya arsitektur yang sarat makna.

Setiap batu, ukiran, dan relief adalah bentuk komunikasi abadi dari masa lalu kepada generasi kini.

 

Baca Juga: Tempat Ibadah Terindah di Jawa Timur yang Penuh Sejarah


Menikmati Keindahan dan Menjaga Warisan

Jawa Timur menyimpan lebih dari 70 situs candi yang tersebar di berbagai daerah. Namun, tiga candi besar ini menjadi pusat perhatian karena keaslian bentuk dan sejarahnya yang masih terawat.

Pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus berupaya menjaga kebersihan dan kelestariannya agar warisan budaya ini tetap bisa dinikmati generasi mendatang. Ketika berkunjung, pengunjung diimbau untuk menjaga sopan santun, tidak merusak relief, dan menghormati area yang dianggap sakral.

Dengan sikap hormat tersebut, kita ikut berperan melestarikan warisan berharga bangsa yang menjadi jati diri Indonesia.

Vendor Outbound Batu Malang

Warisan Abadi dari Batu ke Batin

Tiga candi bersejarah di Jawa Timur yaitu Penataran, Jawi, dan Singasari adalah bukti bahwa peradaban Nusantara tidak hanya besar secara politik, tetapi juga matang secara spiritual dan estetika. Mengunjunginya berarti menyusuri lorong waktu, menyentuh kisah yang hidup di antara pahatan batu, dan merasakan bagaimana manusia Jawa tempo dulu memahami kehidupan dan ketuhanan.

Bagi siapa pun yang ingin mengenal sejarah sekaligus mencari ketenangan, menjelajahi candi di Jawa Timur adalah pengalaman yang memadukan pengetahuan, rasa, dan spiritualitas dalam satu perjalanan yang tak terlupakan.


Penulis: Beatrice Rezqikha Zerlinda (bea)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *