Berburu 5 Makanan Khas Pacitan Paling Otentik (Di Luar Nasi Tiwul) Dan Warung Terbaiknya
%20&%20Warung%20Terbaiknya.webp)
Tanyakan
pada sepuluh orang tentang makanankhas Pacitan, sembilan di antaranya mungkin akan langsung
menjawab: Nasi Tiwul. Tentu, tidak ada yang salah dengan itu. Tiwul adalah
warisan, identitas yang terbuat dari singkong dan sejarah. Tapi, apakah
petualangan rasa Anda di Pacitan selesai sampai di situ?
Jawabannya:
Belum.
Bagi
para petualang rasa sejati, Tiwul hanyalah gerbang pembuka. Kuliner otentik Pacitan
yang sesungguhnya tersembunyi di dalam kepulan asap warung sate di sore hari,
di kesegaran kuah soto di pagi buta, dan di racikan bumbu pesisir yang medok.
Ini
bukan sekadar panduan
rasa. Ini adalah misi berburu lima permata kuliner tersembunyi
yang mendefinisikan cita rasa sejati ‘Kota 1001 Goa’ jauh melampaui Nasi Tiwul
yang sudah Anda kenal.
Mengapa
"Berburu" Rasa Asli Itu Penting?
Di
era di mana semua tempat wisata mulai terasa seragam, menemukan rasa otentik
adalah kemewahan. Mencicipi hidangan yang sama dengan yang dinikmati warga
lokal adalah cara tercepat untuk terhubung dengan jiwa sebuah tempat. Anda
tidak hanya mengisi perut; Anda mencicipi geografi, ekonomi, dan budaya
setempat.
5
Permata Kuliner Otentik Pacitan (Selain Tiwul)
Siapkan
catatan Anda. Perburuan dimulai.
1.
Sate Tuna: Sang Primadona Pesisir Sejati
Inilah
rahasia terbuka terbaik di Pacitan. Sebagai kota pelabuhan yang berhadapan
langsung dengan Samudra Hindia, tuna adalah raja. Dan olahan terbaiknya adalah
sate.
Lupakan
bayangan sate ayam atau kambing. Sate
Tuna Pacitan adalah level yang berbeda. Daging ikan tuna segar
dipotong dadu besar-besar, teksturnya padat namun empuk. Rahasianya ada pada
proses pembakaran yang cepat di atas bara api, menciptakan aroma smoky yang khas tanpa
membuat dagingnya kering.
Disajikan
dengan bumbu kacang yang digiling kasar seringkali lebih pedas dan 'medok'
dibanding bumbu sate biasa lalu ditaburi irisan bawang merah mentah segar.
Setiap gigitan adalah perpaduan rasa gurih, pedas, manis, dan sensasi segar
dari laut.
Tips
Berburu: Cari warung legendaris Pacitan
yang khusus menjual sate tuna, biasanya berupa warung sederhana dengan kepulan
asap tebal di sore hari. Lokasi terbaik seringkali berada di sekitar area
Pancer Door atau tidak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
2.
Soto Pacitan: Kesegaran Kuah Bening di Pagi Hari
%20Dan%20Warung%20Terbaiknya.webp)
Jika
sate tuna adalah raja malam, maka Soto
Pacitan adalah raja pagi. Berbeda dengan soto di kota-kota lain
yang seringkali berkuah kuning kental atau bersantan, Soto Pacitan adalah
perayaan kesederhanaan.
Karakter
utamanya adalah kuah
bening yang kaya akan kaldu ayam kampung asli. Rasanya ringan,
gurih, dan sangat segar. Disajikan panas dengan isian suwiran ayam, soun, tauge
pendek, dan irisan seledri. Kuncinya ada pada tambahan kecap manis lokal yang
khas dan perasan jeruk nipis.
Tips
Berburu:
Warung soto ini biasanya "sembunyi" di dalam gang-gang sekitar
alun-alun atau pasar. Petunjuk terbaik: cari warung yang hanya buka dari jam 6 pagi hingga 10
pagi. Saat Anda melihat kerumunan motor berpelat lokal parkir
di depannya, Anda tahu Anda telah menemukan tempat yang tepat.
3.
Sayur Kalakan: Cita Rasa 'Ndeso' yang Mewah
Ini
adalah kuliner otentik
Pacitan yang mungkin paling jarang diketahui wisatawan. Kalakan
adalah hidangan "rumahan" yang kini mulai naik kelas.
Ini
adalah sejenis gulai atau mangut, namun menggunakan bahan utama ikan
asap—biasanya Ikan Tuna Asap atau Ikan Tongkol Asap. Ikan asap ini kemudian
dimasak dalam kuah santan kental yang dibumbui dengan cabai rawit, lengkuas,
daun salam, dan bumbu kuning. Rasanya? Fenomenal. Pedas, gurih, dengan aroma smoky yang sangat kuat
menembus kuah santannya.
Tips Berburu: Kalakan lebih sulit ditemukan di restoran turis. Anda harus mencarinya di warung nasi rames (warteg) lokal di pusat kota. Tanyakan "Sayur Kalakan" atau cari panci besar berisi kuah santan berwarna oranye pekat dengan potongan ikan asap di dalamnya.
4.
Olahan Ikan Laut Pesisir (Bumbu Kuning)
Sebagai
bagian dari kuliner
pesisir Pacitan, tentu ikan segar adalah wajib. Tapi lupakan
"ikan bakar" standar. Mintalah olahan bumbu kuning.
Ini
adalah cara masak khas pesisir selatan di mana ikan segar (seringkali Kakap
Merah atau Kerapu) dimasak dengan bumbu kuning medok yang kaya kunyit, jahe,
dan kemiri, seringkali dengan sedikit rasa asam segar dari belimbing wuluh.
Rasanya sangat kaya dan mampu mengimbangi daging ikan laut yang tebal.
Tips
Berburu: Cari tempat makan otentik Pacitan
di area pantai yang sedikit lebih sepi, menjauh dari keramaian utama. Lihat daftar pantai Pacitan di sini. Warung terbaik adalah yang
membiarkan Anda memilih sendiri ikan segar yang baru ditangkap hari itu.
5.
Jajanan Khas: Jadah Bakar & Sale Pisang
Perburuan kita ditutup dengan yang manis. Jajanan khas Pacitan bukan hanya Tiwul manis.
- Jadah Bakar: Ketan yang ditumbuk halus (jadah), lalu dibakar di atas arang. Sederhana, namun aroma bakarnya sangat wangi. Sering dinikmati dengan serundeng (kelapa parut sangrai) atau bahkan tempe bacem.
- Sale Pisang: Pacitan adalah salah satu penghasil sale pisang terbaik. Carilah sale yang dibuat secara tradisional (dijemur matahari), bukan dioven. Teksturnya lebih legit dan aroma pisangnya lebih kuat.
Tips Berburu: Tempat terbaik untuk kedua jajanan ini adalah di pasar-pasar tradisional di pagi hari, seperti Pasar Minulyo. Di sanalah rasa otentik dari camilan ini masih terjaga.
Pacitan
Adalah Rasa yang Perlu Ditemukan
Nasi
Tiwul akan selalu menjadi bagian dari cerita Pacitan. Namun, petualangan
kuliner Anda yang sesungguhnya terletak pada keberanian untuk
"berburu" lebih jauh.
Rasa asli kota ini ada pada legitnya daging Sate Tuna, segarnya kuah Soto Pacitan di pagi hari, dan pedasnya Sayur Kalakan. Ini adalah rasa-rasa yang tidak akan Anda temukan di brosur wisata biasa. Jadi, setelah puas nongkrong di cafe Pacitan, beranikan diri Anda untuk berburu.
Baca juga : Panduan Wisata Kuliner Dan Cafe di Pacitan 2026 Dari Kopi Senja, Tempat Nongkrong Hits, Hingga Rasa Otentik Lokal
Sumber gambar : canva
Penulis : Muhammad Rafi Sabilillah (mrs)
.png)
